Selasa, 15 September 2015

Terpisah Jarak, Disatukan Oleh Doa

SUATU ketika semoga dirimu mengerti kita serupa dua garis sejajar yang sedang dipisahkan oleh sebuah rongga yang di sebut doa. Ialah jarak yang disediakan Tuhan untuk mengukur sejauh mana kita sanggup menjalani kesungguhan bersetia pada satu cinta.

Ada satu hal yang mesti kita sadari, dua garis sejajar yang bertumbuh kembang di antara kita juga semakna narahubung dua jiwa untuk bersepaham bahwa kesediaan membijaksanakan pekerti untuk meneguh pada janji menjadi begitu berarti. Sebab menghidupkan cinta juga berani mematikan kekhawatiran sepi saat seseorang yang dicinta tiada di sisi.

Bukankah ketiadaan seseorang yang dicinta justru menciptakan rindu yang bergemuruh dalam nurani. Jadi satukan rasa cinta dalam doa, saling mendoakan satu sama lain agar dipantaskan oleh-Nya untuk berpadu dalam mahligai asmara.

Lebih baik terpisah jarak dan disatukan oleh doa daripada tiada jarak namun saling mengumbar kata cinta. Sungguh ketiadaan jarak hanya akan menjadikanmu perayu sesama mahkluk, sedangkan apabila berjarak akan berjuang saling merayu Tuhan semoga lekas dipersatukan dalam ikatan pernikahan.

Sesederhana udara; ia seolah tiada namun justru ada. Demikian pula cinta, tiada terlihat di mata namun dekat di doa. Sehingga Tuhan akan menunjukkan keberadaan-Nya yang berhak menguji sejauh mana perindu memberanikan diri untuk saling memantaskan diri bersegera menyempurnakan separuh agama.

perindu itu, kita 30.08.2015
https://www.islampos.com/