Sabtu, 22 Agustus 2015

bank syariah didorong lebih kompetitif

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong perbankan syariah lebih kompetitif dan agresif meningkatkan pemahaman dan preferensi kepada masyarakat.

”Salah satu tantangan penting dalam pengembangan perbankan syariah adalah perlunya upaya meningkatkan pemahaman dan preferensi masyarakat untuk menggunakan perbankan syariah. Ini merupakan usaha yang tidak mudah karena perlu dilakukan secara konsisten dan kesinambungan,” tutur Kepala OJK Regional IV Jateng-DIY, Santoso Wibowo saat membuka Expo Islamic Banking (IB) Vaganza di Mal Ciputra, Kamis (20/8).

Santoso menuturkan, keberadaan bank syariah harus memberi kemanfaatan secara optimal bagi masyarakat luas. Ia memandang, kendati sebagian besar masyarakat Indonesia beragama muslim namun perbankan syariah di negara ini belum tumbuh optimal.

Justru, keberadaan bank syariah berkembang di negara lain seperti London dan Malaysia. Bahkan Singapura sudah bertekad menjadi pasar keuangan syariah. Sudah saatnya pelaku bank syariah utamanya di provinsi Jateng berupaya menggairahkan kembali keuangan syariah.

Tercatat, dalam lima bulan ini aset bank syariah mengalami perlambatan bahkan minus sekitar 1,6%. Pangsa pasar bank syariah juga masih di bawah 5%. Dalam pameran yang berlangsung sampai Minggu (23/8) dapat menjaring nasabah baru sebanyak 10 ribu nasabah. Lebih tinggi dari Expo IB Vaganza 2013 lalu sebanyak 5.400 nasabah.

Dikatakan Santoso, masyarakat perlu mendapatkan sosialisasi mengenai industri perbankan syariah. Mereka juga harus diperkenalkan produk dan jasa layanan syariah secara aktif. Sebenarnya, produk bank syariah sama dengan perbankan konvensional. Bedanya, adalah menggunakan sistem bagi hasil. ”Kalau untung kita bagi bersama. Kalau rugi kita tanggung bersama.

20 Agustus 2015
berita.suaramerdeka.com/