Sabtu, 22 Agustus 2015

segera tuntaskan kasus beras plastik

Pemerintah sebaiknya tidak terburu- buru mengeluarkan opini-opini yang terlalu jauh terkait peredaran beras plastik. Pemerintah hanya perlu sesegera mungkin menuntaskan kasus itu, mengusut, dan menyelidiki dari mana dan apa motivasi peredaran beras plastik itu serta menjamin bahwa beras yang beredar di pasar sungguh aman untuk dikonsumsi. berbagai pernyataan subjektif dari para pejabat justru hanya memperkeruh situasi.

Bermula dari temuan di Bekasi, belakangan beras yang dicampur beras plastik ditemukan di banyak wilayah di Indonesia. Menurut Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), peredaran beras plastik atau beras sintetis itu meluas hingga Sumatera dan Bali. Kabar itu sangat meresahkan masyarakat sehingga pemerintah perlu segera menangani kasus itu dengan cepat. Jika teroris saja bisa dilacak, apalagi peredaran beras plastik. Alih-alih melaporkan perkembangan pengusutan dan penyelidikan kasus beras plastik, para pejabat tampaknya lebih suka beropini terlebih dahulu. menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menilai ada upaya sabotase terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo. Agak prihatin juga apabila pemerintah dapat disabotase hanya dengan beras plastik. Sudah jelas, wibawa pemerintah diuji jika tidak mampu menangani peredaran beras plastik dengan cepat dan tegas.

Ada kemungkinan pula, persaingan usaha yang tidak sehat sebagai pemicu peredaran beras plastik. Dirunut secara logis, bahan plastik lebih mahal daripada bahan beras, sehingga tidak mungkin peredaran beras plastik itu untuk meraih keuntungan. Persoalan yang harus diungkap ke publik, apakah persaingan usaha yang tidak sehat itu terjadi di antara pengusaha domestik atau melibatkan jaringan multinasional untuk menghancurkan pasar domestik?

Kabar tentang peredaran beras plastik telah mengakibatkan kepercayaan konsumen terhadap pasar tradisional menurun. Omzet pedagang beras pun anjlok. Jika tidak segera dijernihkan oleh pemerintah, yang terlebih dahulu terkena dampak buruk adalah para pedagang kecil dan menengah karena setiap kali ada kasus semacam itu, sidak selalu menyasar pedagang kecil. Apalagi, kemunculan beras plastik beriringan dengan polemik terkait beras impor.

Di tengah situasi ekonomi yang tidak bergairah, masyarakat saat ini menanti kecepatan tanggap pemerintah untuk mengungkap secara gamblang kasus beras plastik. Publik yakin, persoalan ini bukan masalah yang sulit karena jalur distribusi beras seharusnya lebih mudah dilacak. Jika pemerintah tidak cepat mengungkap peredaran beras plastik, kepercayaan publik terhadap pemerintah pasti akan menurun. Setop opini dan percepat penyelidikan.

25 mei 2015
http://berita.suaramerdeka.com/