Sabtu, 22 Agustus 2015

Perlambatan Ekonomi tidak Hanya di Indonesia

Kondisi perekonomian yang melambat disertai melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS tengah dirasakan imbasnya di tanah air.

Padahal saat ini Rupiah terus melemah mendekati level 13.900 per dolar AS. Bambang menyatakan pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) akan terus menjaga rupiah agar tetap dalam fundamentalnya. Menurutnya, kondisi perlambatan ekonomi saat ini memang terjadi di semua negara di dunia bukan hanya Indonesia. Dia pun menilai kondisi ekonomi Indonesia ini hanya masalah persepsi seolah-olah Indonesia mengalami keterpurukan. Kondisi tersebut tidak lepas dari sentimen perekonomian global.

“Ini masalah persepsi yang seolah-olah kita kayak terisolasi dari dunia luar, ini kan masalah global, buktinya saja Tiongkok sampai mendevaluasi karena dia sadar pertumbuhan ekonominya lemah. Perlambatan ekonomi Tiongkok akan berpengaruh besar terhadap Indonesia karena sebagian besar ekspor Indonesia dikirim ke negeri tirai bambu itu. Karenanya, pemerintah berusaha mempercepat penyerapan anggaran.

“Ekspor kita sebagian besar ke sana, ini sesuatu yang saling terkait, yang kita coba dorong bagaimana belanja pemerintah itu dicairkan cepat dan daerah benar-benar membelanjakan uangnya, itu dari sisi fiskal.

19 Agustus 2015
berita.suaramerdeka.com/